Blogger Widgets

Pengalaman adalah (Bukan) Guru yang Terbaik


        
Kita semua sedang menjalani proses kehidupan, dimana kita harus selalu melangkahkan kaki seiring berjalannya waktu. Banyak hal yang telah dan akan kita lakukan. Sadarkah jika kita telah memberikan warna kehidupan pada hidup kita ? mungkin sebagian orang tidak menyadari hal itu. Seharusnya banyak hal-hal menarik yang dapat kita ambil dari apa yang telah kita lakukan. Hanya saja terkadang kita tidak kritis dalam berfikir. Coba kita ingat kemabali apa saja yang telah kita lakukan ? dan coba kita pikirkan apakah yang telah kita lakukan bernilai atau tidak ? Saya yakin semua pasti bernilai. Entah itu hal yang menurut kita tidak penting atau pun tidak penting. Semua itu pasti memiliki pengaruh pada hidup kita. Hal itu mungkin akrab kita sebut dengan kata Pengalaman.

Pengalaman adalah suatu hal yang tidak dapat kita ulang, tetapi dapat kita kenang. Pengalaman bukanlah peristiwa yang terjadi pada diri seseorang, tetapi apa yang telah kita lakukan pada sebuah kejadian. Pengalaman adalah apa yang kita dapatkan, ketika kita tidak mendapatkan apa yang kita inginkan. Kita pasti setuju dengan sebuah kalimat yang menyatakan “Pengalaman adalah guru yang terbaik”. Kata-kata ini sudah akrab dengan kita mungkin semenjak kita berada di bangku sekolah dasar. Namun coba kita renungkan kembali kalimat “Pengalaman adalah guru yang terbaik”. Timbul pertanyaan, Bagaimana bisa pengalaman menjadi guru yang terbaik dan apa yang harus kita lakukan agar pengalaman dapat menjadi guru terbaik. Sebenarnya dari sebuah pengalaman, pasti kita mendapatkan banyak sekali hikmah atau pelajaran namun tidak sesimpel itu tentunya. Jika hanya mengambil hikmah saja, mungkin tidak akan menjadi guru yang terbaik untuk kita.

Untuk itu, kita harus melakukan sesuatu agar tidak hanya mendapatkan hikmah dari sebuah pengalaman, namun tentunya bermanfaat bagi kita. Yang harus kita lakukan adalah mengevaluasinya. Apakah ada perbedaan dulu dengan sekarang. Dengan mengevaluasi kita diharapkan dapat memperbaiki apa yang seharusnya diperbaiki, menghilangkan apa yang harus dihilangkan. Sehingga sebuah pengalaman benar-benar menjadi guru yang terbaik untuk kita. Sebuah kesuksesan dalam hidup, juga membutuhkan pengalaman. Karena pasti kita semua pernah mengalami fase yang bernama kegagalan. Dari situlah kita mengevaluasi apa yang kita lakukan yang membuat kegagalan itu terjadi. 


Dari sini kita dapat mengetahui,  jika kita tidak melakukan evaluasi, kita tidak akan akan tahu apakah pengalaman yang telah kita lalui dapat memberikan manfaat untuk kita atau tidak. Seperti yang sudah kita ketahui, jika ada seseorang yang lebih baik dari pada kemarin maka beruntunglah orang itu, tetapi jika ada seseorang yang lebih buruk atau sama dengan hari kemarin maka merugilah orang itu, dan seseorang itu telah kehilangan guru terbaiknya. Dari sini kita dapatkan bahwa pengalaman menjadi media pembelajaran hidup yang akan terus mendidik kita menuju ke arah yang lebih baik lagi. Namun semua kembali kepada masing-masing dari kita, apakah megevaluasi diri berdasarkan pengalaman yang ada, atau membiarkan pengalaman itu menjadi sebuah kenang-kenangan saja ? That’s people choice. . .

Memenuhi Tugas mata kuliah keterampilan interpersonal
Dosen : Achmad Holil Noor Ali

0 comments:

Post a Comment

Copyright © 2012 Unthinkabled by Many PeopleTemplate by : UrangkuraiPowered by Blogger.Please upgrade to a Modern Browser.