Kita semua sedang menjalani proses kehidupan, dimana kita harus selalu melangkahkan kaki seiring berjalannya waktu. Banyak hal yang telah dan akan kita lakukan. Sadarkah jika kita telah memberikan warna kehidupan pada hidup kita ? mungkin sebagian orang tidak menyadari hal itu. Seharusnya banyak hal-hal menarik yang dapat kita ambil dari apa yang telah kita lakukan. Hanya saja terkadang kita tidak kritis dalam berfikir. Coba kita ingat kemabali apa saja yang telah kita lakukan ? dan coba kita pikirkan apakah yang telah kita lakukan bernilai atau tidak ? Saya yakin semua pasti bernilai. Entah itu hal yang menurut kita tidak penting atau pun tidak penting. Semua itu pasti memiliki pengaruh pada hidup kita. Hal itu mungkin akrab kita sebut dengan kata Pengalaman.
Pengalaman
adalah suatu hal yang tidak dapat kita ulang, tetapi dapat kita kenang. Pengalaman bukanlah peristiwa yang terjadi pada diri
seseorang, tetapi apa yang telah kita lakukan pada sebuah kejadian. Pengalaman adalah apa yang
kita dapatkan, ketika kita tidak mendapatkan apa yang
kita inginkan. Kita pasti setuju dengan sebuah kalimat
yang menyatakan “Pengalaman adalah guru yang terbaik”. Kata-kata ini sudah
akrab dengan kita mungkin semenjak kita berada di bangku sekolah dasar. Namun
coba kita renungkan kembali kalimat “Pengalaman adalah guru yang terbaik”.
Timbul pertanyaan, Bagaimana bisa pengalaman menjadi guru yang terbaik dan apa
yang harus kita lakukan agar pengalaman dapat menjadi guru terbaik. Sebenarnya
dari sebuah pengalaman, pasti kita mendapatkan banyak sekali hikmah atau
pelajaran namun tidak sesimpel itu tentunya. Jika hanya mengambil hikmah saja,
mungkin tidak akan menjadi guru yang terbaik untuk kita.
Untuk itu, kita
harus melakukan sesuatu agar tidak hanya mendapatkan hikmah dari sebuah
pengalaman, namun tentunya bermanfaat bagi kita. Yang harus kita lakukan adalah
mengevaluasinya. Apakah ada perbedaan dulu dengan sekarang. Dengan mengevaluasi
kita diharapkan dapat memperbaiki apa yang seharusnya diperbaiki, menghilangkan
apa yang harus dihilangkan. Sehingga sebuah pengalaman benar-benar menjadi guru
yang terbaik untuk kita. Sebuah kesuksesan dalam hidup, juga membutuhkan pengalaman. Karena pasti kita semua pernah mengalami fase yang bernama
kegagalan. Dari situlah kita mengevaluasi apa yang kita lakukan yang membuat
kegagalan itu terjadi.
Dari sini kita dapat mengetahui, jika kita tidak melakukan evaluasi, kita
tidak akan akan tahu apakah pengalaman yang telah kita lalui dapat memberikan
manfaat untuk kita atau tidak. Seperti yang sudah kita ketahui, jika ada
seseorang yang lebih baik dari pada kemarin maka beruntunglah orang itu, tetapi
jika ada seseorang yang lebih buruk atau sama dengan hari kemarin maka
merugilah orang itu, dan seseorang itu telah kehilangan guru terbaiknya. Dari
sini kita dapatkan bahwa pengalaman menjadi media
pembelajaran hidup yang akan terus mendidik kita
menuju ke arah yang lebih baik lagi.
Namun semua kembali kepada masing-masing dari kita, apakah megevaluasi diri
berdasarkan pengalaman yang ada, atau membiarkan pengalaman itu menjadi sebuah
kenang-kenangan saja ? That’s people choice. . .
Memenuhi Tugas mata kuliah keterampilan interpersonal
Dosen : Achmad Holil Noor Ali
0 comments:
Post a Comment